OPEN ACCESS
PEER-REVIEWED |
RESEARCH ARTICLE
Growth performance and health status of catfish (Clarias gariepinus, Burchell 1822) fed with various levels of dietary organic selenium addition
Main Article Content
Abstract
This study aimed to determine the effect of organic selenium to growth performance and health status of catfish Clarias gariepinus.The treatments applied was the addition of organic selenium into the diet with different dose, which was 0, 1, 4, and 8 g kg-1 of the diet. The organic selenium concentration in the diet was 0.30, 0.79, 2.26, and 5.79 mg kg-1 . The catfish with an initial body weight of 5.97 ± 0.06 g and stocking density of 150 individuals tank-1 were rearing for 56 days in the cemen tank with a capacity of 300 liters. During the research, the fish were fed thrice a day at 07.00 am, 02.00 pm, and 08.00 pm with number of diet was 3% of body weight. The result showed that additional organic selenium of 2.26 mg kg-1 in dietary was significantly affecting the retention protein, fat and selenium by 34.8±2.9%, 63.9±4.1% and 28.6±1.9%, respectively. Supplementation of organic selenium in the same dose also enhanced the number of white blood cells of 1.60±0.13 cells mm3 ×105 and hemoglobin concentrations of 7.93±0.1 g %. Supplementation of the organic selenium of 2.26 mg kg-1 in dietary can improve the growth performance and health status of catfish.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh selenium organik terhadap kinerja pertumbuhan dan status kese- hatan ikan lele (Clarias gariepinus). Perlakuan empat dosis selenium organik yang ditambahkan dalam pakan yaitu: 0 (kontrol), 1, 4, dan 8 g kg-1 pakan dengan kadar selenium pakan berturut-turut 0,30; 0,79; 2,26 dan 5,79 mg kg-1 . Ikan lele yang digunakan dengan bobot awal rata-rata 5,97+0,06 g, dipelihara dalam 12 bak beton bervolume 300 liter de- ngan kepadatan 150 ekor per bak selama 56 hari. Ikan diberi pakan 3% dari bobot tubuh dengan frekuensi tiga kali se- hari pada pukul 07.00, 14.00, dan 20.00. Percobaan didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat per- lakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan selenium 2,26 mg kg-1 pakan memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada retensi protein, lemak, dan selenium berturut-turut sebesar 34,8±2,9%, 63,9±4,1% dan 28,6±1,9% dibandingkan dengan perlakuan lainnya (p<0,05). Penambahan selenium dengan dosis yang sama juga dapat meningkatkan jumlah sel darah putih sebesar 1,60±0,13 sel mm3 ×105 dan kadar hemoglobin sebesar 7,93±0,1 g %. Penambahan selenium 2,26 mg kg-1 pakan mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan dan status kesehatan ikan lele.
Downloads article
Article Details
Copyright (c) 2016 Jurnal Iktiologi Indonesia |
|
|
References
Ahmadi H, Iskandar, Kurniawati N. 2012. Pem- berian probiotik dalam pakan terhadap pertumbuhan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) pada pendederan dua. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 3(4): 19-107
Ardhi MW, Pujiati, Sasono M. 2015. Ipteks bagi masyarakat (IbM) petani lele makmur melalui pembuatan probiotik di desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Prosiding Hasil Penelitian dan PPM. IKIP PGRI Madiun.
Becket GJ, Arthur JR. 2005. Selenium and endo- crine system: a review. Journal of Endocrinology, 184(3): 455-456
Brown KM, Arthur JR. 2001. Selenium selenoproteins and human health: a review. Public Health Nutrition, 4(2b): 593-599
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. 2014. Laporan Kinerja Direktorat Produksi, hlm: 33-34.
Hamzah M, Suprayudi MA, Utomo NBP, Mana- lu W. 2012a. Pertumbuhan dan daya tahan tubuh juvenil ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang mendapatkan tambahan selenium dan terpapar cekaman lingkungan. Jurnal Iktiologi Indonesia, 12(2): 173-183
Hamzah M, Suprayudi MA, Utomo NBP, Manalu W. 2012b. Pertumbuhan dan daya tahan tubuh juvenil ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang diberi pakan dengan penambahan selenometionin. Agriplus, 22(03): 241-248
Hamzah M, Suprayudi MA, Utomo NBP, Manalu W. 2012c. Pertumbuhan dan daya tahan tubuh juvenil ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang diberi suplemen selenium anorganik dan organik. Jurnal Akuakultur Indonesia,11(2): 141-152
Lin YH, Shiau SY. 2005. Dietary selenium requirement of juvenil grouper Ephinephelus malabaricus. Aquaculture, 250(1-2): 356-363
Lin YH., Shiau SY. 2007. The effects of dietary selenium on the oxidative stress of grouper, Epinephelus malabaricus, fed high copper. Aquaculture, 267(1-4): 38-43
NRC (National Research Council). 2011. Nutrient Requirements of Fish and Shrimp. The National Academies Press, Washington, D.C. p. 326-328.
Osman AGM, Koutb M, Sayed AEDH. 2010. Use of hematological parameters to assess the effiency of quince (Cydonia oblonga Miller) leaf extract in alleviation of the effect of ultraviolet-A radiation on African catfish Clarias gariepinus (Burchell, 1822). Journal of Photochemistry and Photobiology B: Biology, 99(1): 1-8
Pedrero Z, Murillo S, Camara C, Edward S, Luten JB, Feldmann I, Jakubowski N, Madrid Y. 2011. Selenium specification in different organs of african catfish (Clarias gariepinus) enriched through a selenium- enriched garlic based diet. Journal of Analytical Atomic Spectrometry, 26(1): 116-125
Purwanti SC, Suminto, Sudaryono A. 2014. Gambaran profil darah ikan lele dumbo (Clarias garipienus) yang diberi pakan dengan kombinasi pakan buatan dan cacing tanah (Lumbricus rubellus). Journal of Aquaculture Management and Technology, 3(1): 53-60
Schram E, Pedrero Z, Camara C, Heul JWVD, Luten JB. 2008. Enrichment of african catfish with functional selenium originating from garlic. Aquaculture Research, 39(8): 850-860
Suprayudi MA. 2010. Pengembangan penggunaan bahan baku lokal untuk pakan ikan atau udang: Status Terkini dan Prospeknya. Semi Loka Nutrisi dan teknologi pakan ikan atau udang. Bogor, 26 Oktober 2010. Badan Litbang Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Suprayudi MA, Faisal B, Setiawati M. 2013. Pengaruh suplementasi selenium organik dengan dosis berbeda dalam pakan terhadap kinerja pertumbuhan ikan nila merah (Oreochromis sp). Jurnal Akuakultur Indonesia, 12(4): 52-58
Takeuchi T. 1988. Laboratory work chemical evaluation of dietary nutrients. In: Watanabe T (editor). Fish Nutrition and Mariculture. Department of Aquatic Bioscience. Tokyo University of Fisheries. p. 179-225.
Tawwab MA, Mousa MAA, Abbas FE. 2007. Growth performace and physiological rensponse of african catfish, Clarias gariepinus (B). fed organic selenium prior to the exposure to environmentl copper toxicity. Aquaculture, 272(1-4): 335-345
Wang Y, Han J, Li W, Xu Z. 2007. Effect of different selenium on growth performan- ces, glutation peroxidase activities, muscle composition and selenium concentration of allogynogenetic cruciap carp (Carassius auratus gibelio). Animal Feed Science and Technology, 134(3-4): 243-251
Watanabe T. 1988. Fish Nutrition and Mariculture. Department of Aquatic Bioscience, Tokyo University of Fisheries. 233 p.
Zhou X, Wang Y, Gu Q, Li W. 2009. Effects of different dietary selenium sources (selenium nanoparticle and selenomethionine) on growth performance, muscle composition and glutathione peroxidase enzyme acti- vity of crucian carp (Carassius auratus gibelio). Aquaculture, 291(1-2):78-81



