OPEN ACCESS
PEER-REVIEWED |
RESEARCH ARTICLE
Peningkatan pertumbuhan benih ikan tengadak, Barbonymus schwanenfeldii (Bleeker 1853) melalui pengaturan salinitas dan kalsium
Main Article Content
Abstract
This study aimed to determine the optimal salinity and calcium levels in rearing media to increase the growth of tinfoil barb seed (Barbonymus schwanenfeldii). The experiment design was arranged in factorial completely randomized design with three replications. The treatment included three media salinity levels, that is, 0 ppt, 3 ppt, 6 ppt and four addition calcium, that is, 0 mg L"1, 10 mg L"1, 20 mg L"1, and 30 mg L"1. Fish stocking density was 1 individu L"1 with an average length of 2.00±0.03 cm and an average initial weight of 0.33 ± 0.05 g. The culture period for one cycle of fish farming was 40 days. The result showed the combination of 3 ppt salinity media and addition 20 mg L"1 calcium was the best rearing media to increase the growth of tengadak fish, that the parameters of daily average growth rate was 6.54±0.19 % and growth of absolute length was 3.49±0.03 cm. Highest survival rate was also achieved by that treatment of 95.24%.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan salinitas dan kadar kalsium optimal pada media pemeliharaan untuk me-ningkatkan pertumbuhan benih ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan meliputi tiga salinitas media yaitu 0, 3, dan 6 ppt serta empat penambahan kalsium yaitu 0, 10, 20, dan 30 mg L-1. Padat penebaran ikan adalah 1 ekor L-1 dengan rata-rata panjang total 2,00±0,03 cm dan bobot rata-rata awal 0,33±0,05 g. Masa pemeliharaan ikan berlangsung selama 40 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas media 3 ppt dan penambahan kalsium 20 mg L"1 merupakan media pemeliharan terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan tengadak dengan laju pertumbuhan bobot rerata harian 6,54±0,19% dan pertumbuhan panjang mutlak 3,49±0,03 cm. Sintasan tertinggi juga ditunjukkan pada perlakuan tersebut yaitu 95,24%.
Downloads article
Article Details
Copyright (c) 2014 Jurnal Iktiologi Indonesia |
|
|
References
Affandi R, Tang UM. 2002. Fisiologi hewan air. UNRI Press, Riau. 217 hlm.
Bleeker P. 1853. Nieuwe tientallen diagnostische beschrijvingen van nieuwe of weinig beken-de vischsoorten van Sumatra. Natuurkundig tijdschrift voor Nederlandsch Indie/ uitge-geven door de Natuurkundige Vereeniging in Nederlandsch Indie. Lange & co, Batavia. 517 p.
Carrion RL, Alvarellos SS, Guzma’n JM, Maria P, Rio MD, Soengas JL, Manceraa JM. 2005. Growth performance of gilthead sea bream Sparus aurata in different conditions: implication for osmoregulation and energy metabolism. Aquaculture, 250(3-4): 849-861.
Christensen MS. 1994. Growth of tinfoil barb, Puntius schwanenfeldii, fed various feeds, including fresh chicken manure, in floating cages. Asian Fisheries Science, 7(1):29-34.
Djokosetiyanto D, Wulandari AR, Carman O. 2008. Pengaruh salinitas terhadap kelulusan hidup dan pertumbuhan benih ikan bawal
air tawar (Collosoma macropomum). Jurnal Perikanan, 10(2):282-289.
Guerreiro PM, Fuentes J, Flik G, Rotllant J, Power DM, Canario AVM. 2004. Water calcium concentration modifies whole-body calcium uptake in sea bream larvae during short-term adaptation to altered salinities. The Journal of Experimental Biology, 207 (4):645-653.
Hargreaves JA, Tomasso JR. 2004. Enviroment. In: Tucker CS, Tomasso JR (Ed.). Biology and culture of channel catfish. Elsevier Scientific Publishing Company, Amsterdam. pp. 281-292.
Huwoyon GH, Kusmini II, Kristanto AH. 2010. Keragaan pertumbuhan ikan tengadak alam (hitam) dan tengadak budi daya (merah) (Barbonymus schwanenfeldii) dalam pemeliharaan bersama pada kolam beton. In: Su-drajat A, Rachmansyah, Hanafi A, Azwar ZI, Imron, Kristanto AH, Insan I (Ed.). Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2010. Bandar Lampung. pp. 501-505.
Imsland AK, Gunnarsson S, Foss A, Stefansson SO. 2003. Gill Na+, K+, ATPase activity, plasma chloride and osmolality in juvenile turbot (Scophthalmus maximus) reared at different temperatures and salinities. Aquaculture, 218(1-4):671-683.
Jobling M, Gomes E, Diaz J. 2002. Feed types manufacturer and ingredient. In: Houlihan D, Boujard T, Jobling M (ed.). Food intake in fish. Blackwell Science, Oxford. pp. 3139.
Kadarini T. 2009. Pengaruh salinitas dan kalsium terhadap sintasan dan pertumbuhan benih ikan balashark (Balanthiocheilus melanopterus). Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor. 83 hlm.
Kottelat M, Whitten AJ, Kartikasari SN, Wirjoatmodjo S. 1993. Ikan air tawar Indonesia bagian barat dan Sulawesi. Periplus Editions, Hongkong. 293 p + 84 plates.
Ling HY, Ching YK, Shiiau SY. 2013. Estimation of dietary magnesium requirements of juvenile tilapia, Oreochromis niloticus x Oreochromis aureus, reared in freshwater and seawater. Aquaculture, 380-383:47-51.
Muliani. 2011. Respons fisiologis ikan patin siam (Pangasianodon hypopthalmus) pada berba-gai tingkat kalsium media serta konsekuensinya terhadap sintasan dan pertumbuhan. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertaman Bogor, Bogor. 58 hlm.
Nirmala K, Rismawan. 2010. Kinerja pertumbuh-an ikan gurame (Osphronemus goramy Lac. ) yang dipelihara pada media bersalini-tas dengan paparan medan listrik. Jurnal Akuakultur Indonesia, 9(1): 46-55.
National Research Council (NRC). 1977. Nutrient requirements of warm-water fishes. National Academy of Sciences, Washington DC. 76 p.
Prakoso VA, Nuryani, Huwoyon GH. 2010. Keragaan pertumbuhan ikan tengadak albino dan hitam (Barbonymus scwanenfeldii) dalam kolam terpisah. In: Sudrajat A, Rach-mansyah, Hanafi A, Azwar ZI, Imron, Kristanto AH, Insan I (editor). Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2010. Bandar Lampung. pp. 506-512.
Ricker WE. 1979. Growth rate and models. In: Hoar WS, Randall DJ, Brett JR (ed.). Fish physiology volume 8: Bioenergeticts and growth. Academic Press Inc, New York. pp. 677-743.
Setiawati M, Suprayudi MA. 2003. Pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan nila merah (Oreochromis sp.) yang dipelihara pada media bersalinitas. Jurnal Akuakultur Indonesia, 2(1):27-30.
Wickins JF, Lee DOC. 2002. Crustacean farming: Ranching and culture 2nd edition. Blackwell Science Ltd. Oxford. 464 p.
Zainuddin. 2010. Pengaruh kalsium dan fosfor terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, kan-dungan mineral dan komposisi tubuh juvenil ikan kerapu macan (Epinephelus fusco-guttatus). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 2(2):1-9.



