OPEN ACCESS PEER-REVIEWED | RESEARCH ARTICLE

Main Article Content

Authors

Eddy Santoso
Gema Wahyudewantoro

Abstract

The peat waters area such as swamps, lakes and rivers, are essential habitat for many fish which consumed by Arut-Kumai residents who live in the city of Pangkalan Bun. Fish species diversity and its potential are not yet widely known, therefore it needs to be revealed. The research aims to reveal fish biodiversity and its potential in the peat waters of the Arut Lamandau-Kumai River Basin, west Kotawaringin Regency. The study was conducted in October-December 2017. Fish samples were captured by using cast net, gill nets, hooks and rods, fish traps. During the study period, a number of 95 fish species belonging to 50 genera, 23 families dan 6 orders were collected. The most common family was Cyprinidae, followed by Siluridae, Osphronemidae, Chanidae dan Bagridae. Dominant genera were Osteochilus and Rasbora, Kyrptopterus, Betta Channa. As many as 70 species as consumption fish, 53 species as ornamental fish, while 56 species have the potential as aquaculture fish. The fish habitat in the Arut-Lamandau river is a peat area that stretches in the buffer zone of the eastern part of the Lamandau River Wildlife Reserve, that has been transformed into an oil palm plantation. In addition, logging activity is occurred mainly in peat ecosystem areas in production forest areas. These activities are thought to cause a reduction fish population in Arut-Kumai peat waters.


Abstrak


Kawasan perairan bergambut, berupa rawa, danau, dan sungai banyak menjadi habitat bagi ikan yang banyak dikonsumsi warga Arut-Kumai yang tinggal di kota Pangkalan Bun. Kekayaan spesies ikan dan potensi untuk pengembangan belum diketahui, sehingga perlu untuk diungkap. Penelitian bertujuan untuk mengungkap biodiversitas dan potensi spesies ikan-ikan perairan gambut di Daerah Aliran Sungai Arut Lamandau-Kumai di Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian dilakukan pada Oktober-Desember 2017 dengan metode inventarisasi ikan di lokasi penelitian dengan mempergunakan jala tebar, jaring insang, kail serta joran, kotak perangkap, dan serok ikan. Ikan yang terkoleksi sebanyak 95 spesies yang mewakili 50 genera, 23 famili dan 6 ordo. Famili ikan yang paling banyak tertangkap berturut-turut adalah Cyprinidae, Siluridae, Osphronemidae, Chanidae dan Bagridae. Genus yang dominan tertangkap dari masing-masing famili ikan tersebut adalah Osteochilus dan Rasbora (Cyprinidae), Kyrptopterus (Siluridae), Betta (Osphronemidae), Channa (Chanidae). Sebanyak 70 spesies sebagai ikan berpotensi sebagai ikan konsumsi, 53 spesies sebagai ikan hias, sedangkan 56 spesies berpotensi sebagai ikan budi daya. Habitat ikan di sungai Arut-Lamandau merupakan area gambut yang terbentang di daerah penyangga bagian timur Suaka Margasatwa Sungai Lamandau yang telah berubah fungsi menjadi perkebunan sawit. Selain itu terjadi pembalakan kayu terutama wilayah ekosistem gambut di kawasan hutan produksi. Aktifitas tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan berkurangnya populasi spesies ikan di lahan gambut Arut-Kumai.

Keywords:
biodiversity; peat; inventory; fish;

Downloads article

Download data is not yet available.

Article Details

References

Ashraf MA, Maah MJ, Yusoff I. 2011. Assess-ment of heavy metals in the fish samples of mined out ponds Bestari Jaya, Penin-sular Malaysia. Proceedings of the Indian National Science Academy, 77(1): 57-67.

Astuti LP, Indriatmoko. 2018. Kemampuan be-berapa tumbuhan air dalam menurunkan pencemaran bahan organik dan fosfat un-tuk memperbaiki kualitas air. Jurnal Teknologi Lingkungan, 19 (2): 183-190.

Bhat A. 2003. Diversity and composition of fresh fishes in river systems of Central Western Ghats. India. Enviromental Bio-logy of Fishes, 68 (1): 25-38. CITES, UNEP-WCMC. 2017. The Checklist of CITES Species Website. Appendices I, II and III valid from 04 April 2017. CITES Secretariat, Geneva, Switzerland. Com-piled by UNEP-WCMC, Cambridge, UK. https://www.cites.org/eng/app/appendices.php. Diakses tanggal 5 Maret 2019. Dharmayanthi E, Zulkarnain, Sujianto. 2018. Dampak alih fungsi lahan pertanian padi menjadi perkebunan kelapa sawit terha-dap lingkunagn, ekonomi dan sosial bu-daya di Desa Jatibaru Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak. Dinamika Ling-kungan Indonesia, 5 (1): 34-39.

Fahmi M, Ginandjar R, Kusumah RV. 2015. Keragaman ikan hias di lahan gambut cagar biosfer Bukit-Batu, Provinsi Riau. Setyawan AD, Sugiyarto, Pitoyo A, Her-nawan UE, Widiastuti A (Editor). Prosi-ding Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, Depok, 20 Desember 2014. Volume 1 Nomor 1: 51-58.

Haryono. 2010. Panduan Lapang Ikan Perairan Lahan Gambut: LIPI Press. Jakarta. xi+ 97 hlm.

Haryono. 2012. Iktiofauna perairan lahan gam-but pada musim penghujan di Kalimantan Tengah. Jurnal Iktiologi Indonesia, 12 (1): 83-91. Hirano T, Kusin K, Limin S, Osaki M. 2014. Carbon dioxide emissions through oxi-dative peat decomposition on a burn tro-pical peatland. Global Change Biology, 20: 555–565.

Husnain, Wigena IGP, Dariah A, Marwanto S, Setyanto P, Agus F. 2014. CO2 emissions from tropical drained peat in Sumatra, Indonesia. Mitigation and Adaptation Strategies for Global Change, 19 (6): 845–862.

Huwoyon GH, Gustiano R. 2013. Peningkatan produktivitas budidaya ikan di lahan gambut. Media Akuakultur, 8(1): 13-21

Iqbal M. 2011. Ikan-Ikan di Hutan Rawa Gam-but Merang-Kepayang dan Sekitarnya. Merang REDD Pilot Project GIZ, Palem-bang. 92 p.

Kottelat M, Whitten AJ, Kartikasari SN, Wirjo-atmodjo S. 1993. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus Editions collaboration with Environ-mental Management Development of Indonesia (EMDI) Project and Ministry of State for Population and Environment, Republic of Indonesia. 293 p.

MacKinnon K, Hatta G, Halim H, Mangalik A. 2000. Ekologi Kalimantan. Percetakan Desa Putra. Jakarta. xxii; 972 hlm.

Olivera EF, Minte-Vera CF, Goulart E. 2005. Structure of fish assemblages along spa-tial gradients in a deep subtropical reser-voir (Itaipu Reservoir, Brazil-Paraguay Border). Environmental Biology of Fishes, 72(3): 283–304.

Page SE, Rieley JO, Banks CJ. 2011. Global and regional improtance of the tropical peatland carbon pool. Global Change Biology, 17 (2): 798–818

Parish F, Sirin A, Charman D, Joosten H, Mina-yeva T, Silvius M, Stringer L. (Eds.). 2008. Assessment on Peatlands, Biodi-versity and Climate Change. Main Re-port. Global Environment Centre, Kuala Lumpur and Wetlands International. Wageningen. 179 p. Prijono SN, Koestoto, SuhardjonoYR. 1999. Kebijakan Koleksi. Suhardjono (Editor), Buku Pegangan Pengelolaan Koleksi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi - LIPI. 19 hal

Rainboth WJ. 1996. Fishes of the Cambodian Mekong. FAO Species Identification Field Guide for Fishery Purposes. FAO, Rome, 265 p.

Ramarta da Linne, E, Suryanto A, Muskanan-fola MR. 2015. Tingkat kelayakan kua-litas air untuk kegiatan perikanan di Wa-duk Pluit, Jakarta Utara. Diponegoro Journal of Maquares, 4(1): 35-45.

Ramdhan M, Siregar ZA. 2018. Pengelolaan wilayah gambut melalui pemberdayaan masyarakat desa pesisir di kawasan hidrologis gambut Sungai Katingan dan Sungai Mentaya Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Segara, 14 (3): 145-157.

Ridwan AK, Setyawati TR, Yanti AH. 2016. Inventarisasi jenis-jenis ikan yang dite-mukan di estuari Sungai Tanjung Belim-bing Kabupaten Sambas. Protobiont, 5(3): 47-53. Roberts TR, Kottelat M. 1994. The Indo-Pacific tigerperches, with a new species from the Mekong Basin (Pisces: Coiidae). Ichthyo-logical Exploration of Freshwaters, 5(3): 257-266.

Shah ASRM, Zarul HH, Chan KY, Zakaria R, Khoo KH, Mashhor M. 2006. A recent survey of freshwater fishes of the Paya Beriah Peat Swamp Forest, North Perak, Malaysia. Journal Biosains, 17(1): 51-64

Sabiham S, Sukarman. 2012. Pengelolaan lahan gambut untuk pengelolaan kelapa sawit di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 6 (2): 55-66

Satyani D, Sudradjat A, Sugama K. 2007. Ikan Hias Air Tawar Indonesia. Pusat Riset Perikanan Budidaya. Jakarta. 146 pp.

Sukmono T, Margaretha M. 2017. Ikan Air Tawar di Ekosistem Bukit Tiga Puluh. Yayasan Konservasi Ekosistem Hutan Sumatera & Frankfurt Zoological So-ciety.104 p.

Suwarno Y, Purwono N, Suriadi AB, Nahib I. 2016. Kajian kesatuan hidrologis gambut wilayah Kalimantan Tengah. In: Amhar F, Dewayani, Nahib I, Narieswari L, Niendyawati, Riyadi B, Suwarno Y, Sur-yanta J, Turmudi (Editor). Seminar Nasi-onal Peran Geospasial dalam Membing-kai NKRI 2016. Diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial dengan Ma-syarakat Penginderaan Jauh Indonesia. Cibinong 5 Oktober 2016. 233-242.

Tampubolon PARP, Rahardjo MF, Krismono. 2014. Potensi ancaman invansif ikan os-kar (Amphilophus citrinellus) di Waduk Ir. H. Djuanda, Jawa Barat. Widyariset, 17(3): 311-322. Tiara A. 2015. Inventarisasi jenis ikan di Danau Bengaris Daerah Aliran Sungai Kahayan Kota Palangka Raya. Tesis. Institut Aga-ma Islam Negeri Palangka Raya. 83 hal.

Tjakrawidjaja AH. 2006. Dimorfisme seksual dan nisbah kelamin ikan arwana (Sclero-pages spp.). Jurnal Iktiologi Indonesia, 6(2): 115-119.

Tobing ISL, Rusmendro H, Setia TM, Sadikin LA, Santoso E, Tang E, Kurniadi. 2011. Potensi keanekaragaman hayati dan hutan bernilai konservasi tinggi di kawasan penyangga Suaka Margasatwa Sungai Lamandau, Kalimantan Tengah. Laporan Penelitian. Kerjasama Yayorin dan Fakultas Biologi Universitas Nasional Jakarta. 107 p.

Umar C, Prianto E. 2016. Potensi ikan hias di lahan gambut Sungai Serkap dan peluang pemasarannya. In : Rahardjo MF, Sulisti-ono, Sudrajat A, Hadie W, Fahmi MR (Editor). Prosiding Simposium Nasional Ikan Hias. Balai Kota Depok, 16 Septem-ber 2015, pp: 7-14.

Wahyudewantoro G. 2010. Kajian potensi ikan di lahan gambut Tasik Betung Riau. Bio-natura, 12 (2): 57-62

Wahyunto, Nugroho K, Ritung S, Sulaeman Y. 2014. Peta lahan gambut Indonesia: me-tode pembuatan, tingkat keyakinan, dan penggunaan. In: Wihardjaka A, Maftuah E, Salwati, Husnain, Agus F (editor). Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegra-dasi untuk Mitigasi Emisi Grk dan Pe-ningkatan Nilai Ekonomi. Dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian Repu-blik Indonesia. Jakarta, 18-19 Agustus 2014, pp: 81-96.

Whitten AJ, Damanik SJ, Anwar J, Hisyam N. 1987. The Ecology of Sumatera. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 583 p.

Wibowo A, Sloterdijk H, Ulrich SP. 2015. Iden-tifying Sumatran peat swamp fish larvae through DNA barcoding, evidence of complete life history pattern. Procedia Chemistry, 14: 76 – 84.

Widodo P, Akmal, Syafiudin. 2010. Budidaya ikan patin (Pangasius hypophthalmus) pada lahan marjinal di Kabupaten Pulang Pisau Povinsi Kalimantan Tengah. In: Sugama K, Wijopriono (Editor). Prosi-ding Forum Inovasi Teknologi Akuakul-tur 2010. Diselenggarakan oleh Pusat Pe-nelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya. Balai Penelitian dan Pengem-bangan Kelautan dan Perikanan. Kemen-terian Kelautan dan Perikanan Indonesia. 49-60.

Zamroni M, Rohmy S, Musa A. 2016. Ikan ri-ngau (Datnioides Microlepis): Hubungan panjang bobot dan karakter habitat. In: Rahardjo MF, Sulistiono, Sudrajat A, Hadie W, Fahmi MR (Editor). Prosiding Simposium Nasional Ikan Hias. Balai Kota Depok, 16 September 2015. 30-40.

Zulfahmi I, Muliari, Mawaddah I. 2016. Toksi-sitas limbah cair kelapa sawit terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus Linn. 1758) dan ikan bandeng (Chanos Chanos Froskall 1755). Agricola, 7(1): 44 – 55.