Effect of thyroxine and rGH hormone recombinant on growth and survival goldfish larvae, Carassius auratus (Linnaeus, 1758)


. Erlangga, . Zulfikar, . Hariyati
 DOI  https://doi.org/10.32491/jii.v19i1.431

Abstract

Slow growth is obstacles to achieving the target of goldfish production (Carassius auratus auratus). The process of metabolism and growth in fish is influenced by hormonal factors. This research was conducted in February-March 2016 at Hatchery and Aquaculture Technology Laboratory Aquaculture Study Program of Faculty of Agriculture University of Malikussaleh. This study aims to examine the effect of thyroxine (T4) and hormone recombinant Growth Hormone (rGH) hormone by immersion method with different doses on growth and survival of goldfish larvae. The experimental method using a complete non factorial randomized design with four three replication treatments. The treatment is: A= control, B= T4 0.05 mgL-1 + rGH 5 mgL-1, C= T4 0.1 mgL-1 + rGH 10 mgL-1, D = T4 0.15 mgL-1 + rGH 15 mgL-1. Result of research with giving of recombination of hormone T4 and hormone rGH with different dose have an effect on to decrease of yolk volume, egg yolk absorption rate, growth and survival with p value <0,05 . The best treatment is in treatment D (T4 0, 15mgL-1 + rGH 15 mg L-1) with yolk volume and egg yolk absorption rate for 36 hours, growth weight: 3.09 mg, growth length: 1.75 mm, and 81% stability. The values of waters quality the study was 27-28 oC, pH 7.0-7.4, dissolved oxygen 5-6.1 ppm and ammonia 0.1073-0.1793 ppm, still support optimal fish growth for the goldfish. This research is expected to accelerate the growth process of the goldfish larvae with excellent syntax value.

Abstrak

Pertumbuhan yang lambat merupakan kendala dalam mencapai target produksi ikan maskoki (Carassius auratus auratus). Proses metabolisme dan pertumbuhan pada ikan dipengaruhi oleh faktor hormonal. Penelitian ini dilaksa-nakan pada bulan Februari-Maret 2016 di Laboratorium Pembenihan dan Teknologi Budidaya, Perairan Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pe-ngaruh pemberian hormon tiroksin (T4) dan hormon rGH (recombinant Growth Hormone) melalui metode peren-daman dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan larva ikan maskoki. Metode penelitian ekspe-rimental dengan rancangan acak lengkap non faktorial dengan empat perlakuan tiga ulangan. Adapun perlakuannya adalah: A= Kontrol, B= T4 0,05 mgL-1+ rGH 5 mgL-1, C= T4 0,1 mgL-1+ rGH 10 mgL-1, D = T4 0,15 mgL-1+ rGH 15 mgL-1. Hasil penelitian dengan pemberian rekombinasi hormon T4 dan hormon rGH dengan dosis yang berbeda ber-pengaruh terhadap penurunan volume kuning telur, laju penyerapan kuning telur, pertumbuhan dan sintasan dengan nilai p< 0,05. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan D (T4 0,15 mg L-1 + rGH 15 mgL-1) dengan hasil volume kuning telur dan laju penyerapan kuning telur selama 36 jam, pertumbuhan bobot : 3,09 mg, pertumbuhan panjang : 1,75 mm, dan sintasan : 81 %. Nilai kualitas air selama penelitian yaitu suhu 27-28 oC, pH 7,0-7,4, oksigen terlarut 5-6,1 mgL-1 dan amonia 0,1073-0,1793 mgL-1, masih mendukung pertumbuhan ikan yang optimal bagi ikan mas koki. Penelitian ini diharapkan mampu mempercepat proses pertumbuhan larva ikan mas koki dengan nilai sintasan yang sangat baik.


Keywords

Thyroxine Hormone; rGH Hormone; Goldfish.

Full Text:

PDF

References

Affandi R, Tang MU. 2002. Fisiologi Hewan Air. Unri Press. Pekanbaru 213 hlm

Hardianto D, Alimuddin, Prasetiyo AE, Yanti DH, Sumantadinata K. 2013. Performa benih ikan nila diberi pakan mengandung hormon pertumbuhan rekombinan ikan mas dengan dosis berbeda. Jurnal Akuakultur Indonesia, 11(1): 17-22.

Manurung S, Basuki F, Desrina. 2017. Pengaruh lama perendaman hormon tiroksin terhadap daya tetas telur, pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan mas koki (Carassius auratus). Journal of Aquaculture Management and Technology, 6(4): 202-211.

Moriyama S, Ayson FG, Kawauchi H. 2000. Growth regulation by insuline-like growth factor-i in fish. Biosciences, Biotechnology, and Biochemical, 64(8): 1553-1562

Moriyama S, Kawauchi H. 2004. Somatic acceleration of juvenile abalone (Haliostis discus hannai) by immersion in and intramuscular injection of recombinant salmon growth hormone. Aquaculture, 229(1-4): 469-478.

Pebriyanti M, Muslim, Yulisman. 2015. Pertumbuhan larva ikan betok (Anabas testudineus) yang direndam dalam larutan hormon tiroksin dengan konsentrasi dan lama waktu perendaman yang berbeda. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 3(1): 46-57.

Salmin. 2005. Oksigen terlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologi (BOD) sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas perairan. Oseana. 3(3):21-26

Septerisno A, Khotimah H. 2015. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva tambakang (Helostoma temmincki) direndam dalam hormon tiroksin dengan lama perendaman berbeda. Fisheries, 4(1): 7-12.

Sholichin L, Haetami K, Suherman H. 2012. Pengaruh penembahan tepung rebon pada pakan buatan terhadap nilai chroma ikan mas koki (Carassius auratus). Jurnal Perikanan dan Kelautan, 3(4): 185-190.

Sudrajat AO, Muttaqin M, Alimuddin. 2013. Efektivitas perendaman didalam hormon tiroksin dan hormon pertumbuhan rekombinan terhadap perkembangan awal serta pertumbuhan larva ikan patin siam. Jurnal Akuakultur Indonesia, 12(1): 33-42

Susanti NM, Sukendi, Syafriadiman. 2017. Efektivitas pemberian hormon tiroksin (T4) terhadap pertumbuhan ikan pawes (Osteochillus hasselti CV). Jurnal Perikanan dan Kelautan, 21(2): 26-31.

Tong X, Yang X, Bao C, Tang X, Wang J, Zhou E, Tang M. 2017. Ontogeny of The Digestive Enzymes, Thyroid Hormones and Cortisol in Developing Embryos and Yolk-sac Larvae of Turbot (Scopthalmus maximus L). Aquaculture, 479: 704-711.

Zairin M. Jr., Pahlawan RG, Raswin M. 2005. Pengaruh pemberian hormon tiroksin secara oral terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan plati koral (Xiphoporus maculates). Jurnal Akuakultur Indonesia, 4(1): 31-35

Article Metrics

 10.32491/jii.v19i1.431
   Abstract views: 107   PDF views or download: 46

 

Copyright (c) 2019 Jurnal Iktiologi Indonesia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.