Masculinization of guppy fish (Poecilia reticulata Peters, 1859) with extract of sea cucumber (Holothuria scabra)


Anugerah Saputra, Astri Wulandari, . Ernawati, Muhammad Amri Yusuf, Irvan Eriswandy, Andi Aliah Hidayani
 DOI  https://doi.org/10.32491/jii.v18i2.427

Abstract

Guppy fish Poecilia reticulata is one of the most popular freshwater ornamental fish species because it is easy to main-tain, and has beautiful variations of color, especially males. One method to produce male guppy is masculinization me-thod. This study aimed to determine the dose of hormone treatment from visceral organ of sea cucumber to the process masculinization of fish guppy. This study used a completely randomized design with the immersion treatment of parent guppy which has been bred into the extract solution of sea cucumber innards for 24 hours with different doses i.e. 0 mg L-1, 10 mg L-1, 20 mg L-1, 30 mg L-1 and 22 mg L-1 (metiltestosterone as positive control). The parameter measured was the percentage of male fish produced. The results showed that although the effect of the treatment was not significantly different, but it can be said to be significantly different to the treatment of 0 mg L-1 (control) to obtain the best result for masculinization of guppy at 30 mg L-1 immersion and the best survival rate on treatment of 0 mg L-1 (control). The re-sults of this study suggest that the masculinization technology on the parent stock can be done using extracts of sea cu-cumber innards which has been considered as waste.

Abstrak

Ikan gapi Poecilia reticulata merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak digemari karena mudah dipe-lihara, dan memiliki variasi wama yang indah, terutama jantannya. Salah satu metode untuk menghasilkan ikan gapi jantan adalah dengan metode pembalikan kelamin melalui produksi penjantanan ikan gapi. Penelitian ini bertujuan un-tuk menentukan dosis hormon perlakuan ekstrak jeroan teripang pasir terhadap proses penjantanan ikan gapi. Penelitian  ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan perendaman induk ikan gapi yang telah dipijahkan ke dalam larutan ekstrak jeroan teripang pasir selama 24 jam dengan dosis berbeda, yaitu 0 mg L-1, 10 mg L-1, 20 mg L-1, 30 mg L-1 dan 22 mg L-1 (metiltestosteron sebagai kontrol positif). Parameter yang diukur adalah persentase ikan jantan yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun pengaruh antarperlakuan yang diberikan tidak berbeda nyata, tetapi dapat dikatakan berbeda nyata terhadap perlakuan 0 mg L-1 (kontrol) sehingga diperoleh hasil terbaik untuk penjantanan ikan gapi pada dosis perendaman 30 mg L-1  dan sintasan terbaik pada perlakuan 0 mg L-1 (kontrol). Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa teknologi penjantanan pada induk ikan gapi dapat dilakukan dengan me-manfaatkan ekstrak jeroan teripang pasir yang selama ini dianggap sebagai limbah.

Keywords

guppy fish; methyltestosterone; survival rate; sea cucumber

Full Text:

PDF

References

Akbar J, Hanafie A. 2013. Efektivitas non steroid akriflavin pada pembalikan kelamin jantan ikan baung (Hemibagrus nemurus) dengan dosis dan lama perendaman berbeda seba-gai upaya untuk mengatasi kelangkaan in-duk jantan. In: Prodi Pengelolaan Sumber daya Alam dan Lingkungan, PPs Unlam. Prosiding Seminar Nasional 2013. Menu-ju Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan yang Berkelanjutan. Univer-sitas Lambung Mangkurat Press 2013. Banjarmasin. Hlm. 106-113.

Arfah H, Kadriah IAK, Carman O. 2005. Efek manipulasi hormon 17 α-metiltestosteron pada berbagai variasi temperatur air terha-dap rasio kelamin ikan gapi (Poecilia reti-culata Peters). Jurnal Akuakultur Indone-sia 4(1): 37-40.

Arisandi, A. 2012. Efektivitas dan efek toksik ekstrak steroid teripang dan 7 α-metiltes-tosteron pada manipulasi kelamin udang galah. Jurnal Kelautan 5(2): 108-116.

Budd AM, Banh QQ, Domingos JA, Jerry DR. 2015. Sex control in fish: Approaches, challenges and opportunities for aquacul-ture. Journal of Marine Science and Engi-neering, 3(2): 329-355.

Carman O, Jamal MY, Alimuddin. 2008. Oral administration of 17α-Methyltestosterone increased male percentage of freshwater crayfish Cherax quadricarinatus. Jurnal Akuakultur Indonesia, 7(1): 25-32.

DKP. 2008. 21 Obat-obatan yang dilarang. Dir-jen Perikanan Budidaya, Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar. Su-kabumi.

Emelda. 2008. Pemanfaatan steroid asal jeroan teripang sebagai bahan aktif dalam sex re-versal pada ikan gapi. Tesis. Institut Perta-nian Bogor. Bogor. 58 hlm.

Emilda E. 2015. Pemanfaatan ekstrak steroid asal jeroan teripang untuk sex reversal pada ikan gapi. Faktor Exacta, 5(4): 336-349.

Fahmi. 2001. Tingkah laku reproduksi pada ikan. Oseana, 26(1): 17-24.

Gemilang BRI, Basuki F, Yuniarti T. 2016. Pe-ngaruh lama waktu pemberian tepung test-is sapi terhadap keberhasilan menghasil-kan jantan ikan cupang (Betta sp.). Jour-nal of Aquaculture Management and Technology, 5(1): 124-129.

Hakim RR. 2008. Optimalisasi pemberian dosis hormon metiltestosteron terhadap keber-hasilan pembentukan monoseks jantan lobster air tawar (Cherax quadricarina-tus). Jurnal Protein Fakultas Peternakan dan Perikanan UMM. 15(1): 1-17.

Haq HK, Santika A, Herawati T. 2013. Pengaruh lama waktu perendaman induk dalam la-rutan madu terhadap pengalihan kelamin anak ikan Gapi (Poecilia reticulata). Jur-nal Perikanan dan Kelautan, 4(3): 117-125.

Hidayani AA, Fujaya Y, Trijuno DD, Aslamyah S. 2016. Pemanfaatan tepung testis sapi sebagai hormon alami pada penjantanan ikan cupang, Betta spelendens Regan, 1910. Jurnal Iktiologi Indonesia, 16(1): 91-101.

Hunter GA, Donaldson EM. 1983. Hormonal sex control and it’s application to fish culture. In: Hoar WS, Randall DJ, Donaldson EM. (Eds.). Fish Physiology. Vol. 9 Reproduc-tion, Part B Behaviour and Fertility Con-trol. Academic Press. New York. pp. 223 -291.

Huwoyon GH, Rustidja G, Rudhy. 2008. Penga-ruh pemberian hormone methyltestoste-rone pada larva guppy (Poecilia reticu-lata) terhadap perubahan jenis kelamin. Jurnal Zoo Indonesia, 17(2): 49-54.

Irmasari, Iskandar, Subhan U. 2012. Pengaruh ekstrak tepung testis sapi dengan konsen-trasi yang berbeda terhadap keberhasilan maskulinisasi ikan nila merah. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 3(4): 115-121.

Jollie WP, Jollie LG 1964. The fine structure of the ovarian follicle of the ovoviviparrous poecillid fish. Lebistes reticulates. I. Ma-turation of follicular epithelium. Journal of Morphology, 144(3): 479-502.

Karayücel I, Ak O, Karayücel S. 2006. Effect of temperature on sex ratio in Guppy Poeci-lia reticulata (Peters, 1860). Aquaculture Research, 37(2): 139-150.

Karnila R, Astawan M, Sukarno, Wresdiyati T. 2011. Karakteristik konsentrat protein teripang pasir (Holothuria scabra J.) dengan bahan pengestrak aseton. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 16(1): 90-102.

Kautsari N, Rahma S, Syafikri, D. 2015. Penga-ruh perendaman larva dengan berbagai dosis madu Sumbawa terhadap nisbah jenis kelamin dan pertumbuhan ikan nila, Oreochromis niloticus (Linnaeus, 1758). Jurnal Iktiologi Indonesia, 15(2): 99-106.

Kustiariyah. 2006. Isolasi dan uji aktivitas biolo-gis senyawa steroid dari teripang sebagai aprosidiaka alami. Tesis. Sekolah Pasca-sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 79 hlm.

Mantau Z. 2005. Produksi benih ikan nila jantan dengan rangsangan hormon metil testos-teron dalam tepung pelet. Jurnal Litbang Pertanian, 24(2): 80-84.

Mardiana. 2009. Teknologi pengarahan kelamin ikan menggunakan madu. Jurnal PENA Akuatika, 1(1): 37-43.

Mulyasih D, Tarsim, Sarida M. 2012. Penggu-naan suhu dan propolis yang berbeda ter-hadap nisbah kelamin ikan guppy (Poeci-lia reticulata). Jurnal Rekayasa dan Tek-nologi Budidaya Perairan, 1(1): 25-30.

Muslim, Zairin M Jr, Utomo NBP. 2011a. Mas-kulinisasi ikan nila (Oreochromis niloti-cus) dengan pemberian tepung testis sapi. Jurnal Akuakultur Indonesia, 10(1): 51-58

Muslim, Helmizuryani, Nopirman. 2011b. Pe-ngaruh hormon testosteron terhadap mas-kulinisasi benih ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan metode dipping. Maja-lah Ilmiah Sriwijaya, 19(12): 717-724.

Muslim. 2010. Peningkatan persentase ikan guppy (Poecilia reticulata) jantan dengan perendaman induk bunting dalam larutan hormon 17α-Metiltestosteron. Jurnal Klorofil, 5(2): 61-66.

Muslim, 2011. Maskulinisasi ikan nila (Oreo-chromis niloticus) dengan pemberian tepung testis sapi. Jurnal Akuakultur Indonesia, 10(1): 51-58.

Pandian TJ, Kirankumar. 2003. Recent advances in hormonal induction of sex reversal in fish. Journal of Applied Aquaculture Food, 13(3/4) : 205-230.

Pandian TJ, Sheela SG. 1995. Hormonal inducti-ore of sex reversal in fish. Aquaculture, 138 (1-4): 1-22.

Phelps RP, Sanchez WC, Couturier GM, Abiado M, Dabrowski, K. 2001. Studies on fate of methyltestosteron and its metabolism in ti-lapia and on the use of phytochemicals as an alternative method to produce a mono-sex population of tilapia. Twenty-First Annual Technical Report. Aquaculture CRSP, Oregon State University, Cprvallis, Oregon. pp. 53-60.

Piferrer F. 2001. Endocrine sex control strategies for the feminization of teleost fish. Aqua-culture, 197(1-4): 229-281.

Purwati S, Carman O, Zairin Jr M. 2004. Femi-nisasi ikan betta (Betta Splendens Regan) melalui perendaman embrio dalam larutan hormon estradiol-17β dengan dosis 400 µg/L selama 6,12,18 dan 24 Jam. Jurnal Akuakultur Indonesia, 3(3): 9-13.

Riani E, Sudrajat AO, Triajie H. 2010. Efektivi-tas ekstrak teripang pasir yang telah difor-mulasikan terhadap maskulinisasi udang galah. Bionatura-Jurnal Ilmu-ilmu Hayati dan Fisik, 12(3): 142-152.

Sarida M, Putra DD, Marsewi HSY. (2011). Pro-duksi monoseks guppy (Poecilia reticula-ta) jantan dengan perendaman induk bun-ting dan larva dalam propolis berbagai aras dosis. Zoo Indonesia, 20(2): 1-10.

Sudrajat AO, Sarida M. 2006. Efektivitas pem-berian aromatase inhibitor dan 17α-metil-testosteron melalui pakan dalam produksi udang Galah (Macrobrachium rosenbergii de Man) jantan. Aquacultura Indonesiana, 7(1): 71-76.

Triajie H. 2008. Efektivitas ekstrak teripang pasir yang telah diformulasikan terhadap mas-kulinisasi udang galah. Tesis. Institut Per-tanian Bogor. Bogor. 76 hlm.

Triajie H. 2010. Uji aktivitas ekstrak teripang pa-sir yang telah diformulasikan terhadap ke-mampuan sex reversal dan sintasan udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 3(1): 41-47.

Yuniarti T, Hanif S, Prayoga T, Suroso S. 2009. Teknik produksi induk betina ikan nila (Oreochromis niloticus) tahap verifikasi jantan fungsional (XX). Jurnal Saintek Perikanan, 5(1): 38-43.

Yustina, Arnetis D, Ariani. 2012. Efektivitas te-pung teripang pasir (Holothuria scabra) terhadap maskulinisasi ikan cupang (Betta splendens). Jurnal Biogenesis, 9(1): 67-73

Zairin Jr M, Yunianti A, Dewi RRSPS, Suman-tadinata K. 2002. Pengaruh lama waktu perendaman induk di dalam larutan hor-mon 17α-Metiltestosteron terhadap nisbah kelamin anak ikan gapi, Poecilia reticula-ta Peters. Jurnal Akuakultur Indonesia, 1(1): 31–35.

Zairin Jr M. 2002. Sex Reversal Memproduksi Benih Ikan Jantan atau Betina. Penebar Swadaya. Jakarta. 113 hlm.

Article Metrics

 10.32491/jii.v18i2.427
   Abstract views: 300   PDF views or download: 106

 

Copyright (c) 2018 Jurnal Iktiologi Indonesia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.