The growth and survival rate of red tailed tinfoil, Barbonymus balleroides (Valenciennes, 1842) post-larvae in aquariums with different densities


Irin Iriana Kusmini, Fera Permata Putri, Deni Radona
 DOI  https://doi.org/10.32491/jii.v17i1.301

Abstract

Tinfoil barb Barbonymus balleroides (Valenciennes, 1842) is one of the local freshwater fish that have the potential to be cultured as fish consumption as well as ornamental fish. This study aimed to determine of the growth and survival rate of red tailed tinfoil post-larvae based stocking density (3 individual L-1, 4 individua lL-1 and 5 individual L-1). This study was conducted in plasma nutfah research station, Bogor and experimentally used completely randomized design (CRD) with three treatments and three replications for each treatment. The post-larvae used in the experiment were sized 0.37 cm from induced breeding spawning. The post-larvae were reared in the aquarium (dimension= 60x30x30 cm) with a volume of 34 liters water. During reared (90 days) post-larvae were given commercial feed (protein content =40%) at-satiation with frequency of three times per day. The result showed the value of length, weight and the highest specific growth rate (P<0.05) in the treatment of stocking density 5 individual^1 with value of 1.8 cm, 0.24 g and 2.72%, while the highest survival rate of 3 individual-1 with a value of 86.76%.

Abstrak

Ikan lalawak Barbonymus balleroides (Valenciennes, 1842) merupakan ikan lokal air tawar yang memiliki potensi untuk dibudidayakan sebagai ikan konsumsi maupun sebagai ikan hias. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pertumbuhan dan sintasan pascalarva ikan lalawak berdasarkan padat tebar (3 ekor L-1, 4 ekor L-1 dan 5 ekor L"1). Penelitian dilakukan di Instalasi Penelitian Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar Cijeruk, Bogor dan dilaksanakan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. Pascalarva yang digunakan berukuran 0,37 cm dan merupakan hasil pemijahan secara induksi hormon. Pemeliharaan dilakukan dalam akuarium berukuran 60x30x30 cm3 dengan volume air 34 L. Selama 90 hari pemeliharaan pascalarva diberi pakan komersial berbentuk remah yang mengandung protein 40 % secara at-satiasi dengan frekuensi tiga kali per hari (pagi, siang, dan sore). Hasil penelitian menunjukkan nilai panjang, bobot, dan laju pertumbuhan spesifik tertinggi (P<0,05) pada perlakuan padat tebar 5 ekor L-1 dengan nilai 1,8 cm, 0,24 g dan 2,72% sedangkan sintasan tertinggi pada perlakuan 3 ekor L-1 dengan nilai 86,76%.

 

Keywords

red tailed tinfoil; growth; stocking densities; survival rate

Full Text:

PDF

References

Allen KO. 1974. Effects of stocking density and water exchange rate on growth and survival of channel catfish Ictalurus punctatus in circular tanks. Aquaculture, 4: 29-39.

Ath-thar MHF, Prakoso VA, Gustiano R. 2011. Keragaan pertumbuhan hibridisasi empat strain ikan mas. Berita Biologi, 10(5): 613-620.

Budiardi T, Irawan D, Wahjuningrum D. 2008. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster capit merah (Cherax quadricarinatus) dipelihara pada sistem resirkulasi dengan kepadatan berbeda. Jurnal Akuakultur Indonesia, 7(2): 109-114.

Diansari RRVR, Arini E, Elfitasari T. 2013. Pengaruh kepadatan yang berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) pada sistem resirkulasi dengan filter zeolit. Journal of Aquaculture Management and Technology. 2(3): 37-45.

Effendie MI. 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta. 163 hlm.

Hermawan AT, Iskandar, Subhan U. 2012. Pengaruh padat tebar terhadap kelangsungan hidup pertumbuhan lele dumbo (Clarias gariepinus burch) di kolam Kali Menir Indramayu. Jurnal Perikanan Kelautan, 3(3): 85-93

Jia R, Liu BL, Feng WR, Han C, Huang B, Lei JL. 2016. Stress and immune responses in skin of turbot (Scophthalmus maximus) under different stocking densities. Fish and Shellfish Immunology, 55: 131-139.

Joko, Muslim, Taqwa F. 2013. Pendederan larva ikan tambakan (Helostoma temmincki) dengan padat tebar berbeda. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 18(2): 59-67.

Kadarini T, Sholichah L, Gladiyakti M. 2010. Pengaruh padat penebaran terhadap sintasan dan pertumbuhan ikan hias silver dollar (Metynnis hypsauchen) dalam sistem resirkulasi. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur, Bandar Lampung, Indonesia. Jakarta, P4B. p. 409-416.

Kholifah U, Trisyani N, Yuniar I. 2008. Pengaruh padat tebar yang berbeda terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan pada polikultur udang windu (Penaeus monodon) dan ikan bandeng (Chanos chanos) pada hapa di tambak Brebes-Jawa Tengah. Neptunus, 14(2): 152-158.

Kotellat M, Whitten AJ, Kartikasari SN, Wirjoatmodjo S. 1993. Freshwater fishes of western Indonesia and Sulawesi: Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Periplus, Jakarta. 344 p.

Madinawati NS, Yoel. 2011. Pemberian pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Media Litbang Sulteng, 4(2): 83-87.

Mulyadi, Usman MT, Suryani. 2010. Pengaruh frekuensi pemberian pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih silais (Ompok hypophthalmus). Terubuk, 38 (2): 21-40.

Nurlaela I, Evi T, Sulatro. 2010. Pertumbuhan ikan patin nasutus (Pangasius nasutus) pada padat tebar yang berberda. In: Haryanti, Imron, Rachmansyah, Sunarto A, Sugama K, Sumiarsa GS, Parenrengi A, Azwar ZI, Sudrajat A, Kristianto AH, (editor). Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. Bandar Lampung, Indonesia. Jakarta, P4B. 31-36 p.

Oliveira EG, Pinheiro AB, Oliveira VQ, Junior AR, Moraes MG, Rocha IR, Sousa RR,Costa FH. 2012. Effect of stocking density on the performance of juvenile pirarucu (Arapaima gigas) in cages. Aquaculture, 370: 96-101.

Pawartining Y, Kadarini T, Rusmaedi, Subandiyah S. 2003. Pengaruh padat penebaran terhadap pertumbuhan dan sintasan dederan ikan nila Gift (Oreochromis niloticus) di kolam. Jurnal Iktiologi Indonesia, 3(2): 63-66.

Radona D, Prakoso VA, Ath-thar MFH. 2011. Padat tebar ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dipelihara secara polikultur dengan ikan nilem (Osteochilus vittatus) di kolam air tenang. In: Sudrajat A, Nainggo-lan C, Sondita F (editor). Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan. Sekolah Tinggi Perikanan, Jakarta, Indonesia. p.107-113.

Radona D, Asih S, Huwoyon GH. 2012. Optimalisasi kepadatan benih ikan mas (Cyprinus carpio) strain rajadanu pada pendederan di kolam air tenang. Berita Biologi, 11(2): 161-166.

Rezeki S, Hastuti S, Elfitasari T. 2013. Uji coba budidaya nila Larasati di keramba jaring apung dengan padat tebar berbeda. Jurnal Saintek Perikanan, 9(1): 29-39.

Rowland SJ, Mifsud C, Nixon M, Boyd P. 2006. Effect of stocking density on the performance of the Australian freshwater silver perch (Bidyanus bidyanus). Aquaculture, 253: 301-308.

Wedemeyer G. 2001. Fish Hatchery Management. second edition. American Fisheries Society. New York. 751 p.

Yulfiperius, Toelihere MR, Affandi R, Sjafei DS. 2006a. Pengaruh alkalinitas terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan lalawak. Biosfera, 23(1): 38-43.

Yulfiperius. 2006b. Domestikasi dan pengembangbiakan dalam upaya pelestarian ikan lalawak (Barbodes sp.). Disertasi, Institut Pertanian Bogor. 156 p.

Article Metrics

 10.32491/jii.v17i1.301
   Abstract views: 209   PDF views or download: 80

 

Copyright (c) 2017 Jurnal Iktiologi Indonesia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.