OPEN ACCESS PEER-REVIEWED | RESEARCH ARTICLE

Main Article Content

Authors

Murniarti Brojo
Rian Puspita Sari

Abstract

The study was conducted in place of fish auction Labuan, Pandeglang at April-June 1999. The aims of study are to know reproductive biology of Snapper (Nemipterus tambuloides) that is sex ratio, gonad maturity, gonado somatic index, fecundity and eggs diameter. By 210 sample, 100 males and 110 females. Fecundity is between 25,019 - 170,888 eggs with average fecundity 5*4,759 eggs. Eggs diameter is 0.513 mm and spawning pattern is total spawner.

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan di tempat pelelangan ikan (TPI) Labuan, Kabupaten Pandeglang pada bulan April-Juni 1999. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi reproduksi ikan kurisi (Nemipterus tambuloides) yaitu rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, fekunditas, dan diameter telur. Dari 210 ekor ikan kurisi yang dilihat jenis kelaminnya, terdapat 100 ekor ikan jantan dan 110 ekor ikan betina. Fekunditas berkisar antara 25.019 - 170.888 butir dengan rata-rata 54.759 butir. Diameter telur berukuran 0,513 mm dan pola pemijahan total spawner.

Keywords:
reproduction; spawning; fecundity; reproduksi; pemijahan; fekunditas;

Downloads article

Download data is not yet available.

Article Details

References

Ambarini, D. 1996. Pengkajian laju pertumbuhan dan mortalitas ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) yang ditangkap di perairan Teluk Jakarata. Skripsi. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan danllmuKelautan, IPB. Bogor. 60hal. (Tidak dipub likas ikan).

Atmadja, S.B. 1994. Tongkat kematangan gonad beberapa ikan pelagis kecil di laut Jawa, Jurnal Penelitian Perikanan Laut (92): 1-8.

Banon, A.S., dan B. Sadhotomo. 1993. Beberapa catatan mengenai fekunditas relatif ikan japuh (Dusumeiria acuta), tanjan (Sardinella gibossa) dan banyar (Rastreliligef kanagurta) di laut Jawa. Jurnal Penelitian Perikanan Laut (73):97-102.

Chullasorn, S. and P. Martosubroto. 1986. Distribution and important biological features of coastal fish resources in southest Asia. FAO Fisheries Technical Paper^Ho. 278. 84 hal.

Dan, S.S. 1977. Intraovarian studies and fecundity in Nemipterusjaponicus (Bloch). Indian J. Fish (24):48-55.

Effendie, M. I. 1979. Metoda biologi perikanan. Yayasan Dewi Sri. Bogor. 112 p.

Effendie, M. I. 1997. Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta. 162 p.

Herianti, I, danR. Djamal. 1993. Dinamika populasi kakap merah (Lutjanus malabaricus (Bloch dan Schneider) di perairan utara Jawa. Jurnal Penelitian Perikanan Laut (78): 18-25.
Komara, K. 1988. Beberapa aspek reproduksi ikan kembung lelaki “Rastrelliger kanagurta, Cuvier, 1817” di perairan Tegal, utara Jawa. Kaiya Ilmiah. Fakultas Perikanan, InstiUit Pertanian Bogor.

Russell, B.C. 1990. Nemipterid fishes of the world (threadfin breams, whiptail breams, monocle breams, dwarfbreams, and coral breams). FAO Fisheries Synopsis No. 125(12).Rome. 149hal.

Senta, T dan K.S. Tan. 1975. Species and size composition of threadfin snappers in the South China sea and the Andaman sea. Singapore. J. Pri. Ind. 3(1): 1-11.

Sjafei, D.S. danRobiyani. 2001. Kebiasaanmakanan dan faktor kondisi ikan kurisi (Nemipterus tambuloides Blkr.) di perairan Teluk Labuan, Banten. Jurnal Iktiologi Indonesia 1 (1): 7 - 11.

Suwarso danT. Hariati. 1998. Pendugaankematangan gonad dan musim pemijahan ikan layang (Decapterus russelli) di laut Jawa. Jurnal Penelitian Perikanan Laut (46): 1-9.

Young, P.C. and R.B. Martin. 1985. Sex ratio and hermaphroditism in Nemipterid fish from northern Australia. Jour. Fish Biol. (26):273-287.