OPEN ACCESS PEER-REVIEWED | RESEARCH ARTICLE

Main Article Content

Authors

Gema Wahyu Dewantoro

Abstract

Ikan cupang (Betta splendens Regan) merupakan ikan hias bernilai ekonomis tinggi, karena keindahan warna dan naluri berkelahinya. Dalam perkembangbiakanya pakan memegang peranan penting yang terkait dengan fekunditas dan produksi larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur yang tepat bagi induk cupang untuk dipijahkan serta pengaruh berbagai jenis pakan alarm (Daphnia, Tubifek dan jentik nyamuk) terhadap tingkat fekunditas dan produksi larva. Penelitian dilaksanakan di Instalansi Penelitian Perikanan Air Tawar, Depok dari bulan Agustus sampai Oktober 2000. Metode yang dipergunakan adalah pemberian makan secara ad libitum dengan 90 ekor induk jantan dan 90 ekor betina dengan umur 3-4 bulan. Hasil yang diperoleh dianalisa dengan program SPSS versi 10 menunjukkan bahwa umur dan pakan alami yang memberikan hasil (fekunditas dan produksi larva) paling baik ialah umur 4 bulan dengan pakan Daphnia.


ABSTRACT

Fighting Fish (Betta splendens Regan) is an ornamental fish which has high economic value, it has a beautiful colouration and also a fighting instinct. In extand to hold importand part taken with fecundity and juveniles product. The aims of study are to know right age for parent of fighting fish can to breed and various effect natural food (Daphnia, Tubifek dan Mosquito Juveniles) to fecundity grade and juveniles product. This study was conducted at Instalation Freshwater Fish Research, Depok since August to October 2000. The methods used is food ad libitum with 90 males and 90 females with age 3-4 months. The data to analyse by SPSS ver. 10 resaested that 4 months of age is highest (fecundity and juveniles product) with Daphnia.


Keywords:
Ikan cupang; pakan alami; fekunditas dan produksi larva; Fighting fish; natural food; fecundity and juveniles product;

Downloads article

Download data is not yet available.

Article Details

References

Effendie, M.1.1975. Metode Biologi Perikanan. Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor. h. 92.

Effendie, M.I. 1979. Metode Biologi Perilcanan.Yayasan Dewi Sri. Bogor. h. 55.

Hardjamulia, A. 1978. Budidaya Ikan. Departemen Pertanian. Badan Pendidikan Latihan dan Penyuluhan Pertanian, Sekolah Usaha Perikanan Menengah Budidaya. Bogor. h. 19.

LATSCHA, T. 1990. ‘(3 Carotenoids’ Their Nature and Significance in Animal Feeds. Department of Animal Nutritions and Health. F. Hoffman -La Roche. Ltd. Basel. Switzerland, h. 1 10. Linke, H . 1994. Eksplorasi Ikan Cupang di Kalimantan.

Trubus. No.297. Agustus. h. 86-89.

Ostrow, M.E. 1989. Betta’s.T. F..H Pub. Inc. Canada, h. 91.

Rusdi, T. 2000. Kiat Bisnis Ikan Hias. PT. Bina Rena Pariwara. Jakarta, h. 163.

Sanford, G. 1995. An Illustrated Encylopedia of Aquarium fish. Apple Press. London, h.68. Subandiyah, S., Subagdja, J. dan Tarupay, E. 1990.

Pengaruh Suhu dan Pemberian Pakan Alami (Tubifek sp. dan Daphnia sp.) terhadap Pertumbuhan dan Daya Kelangsungan Hidup Ikan Botia (Botia macracantha Bleeker). Buletin Penelitian Perikanan Darat. 9 (1): 68.

Sumandinata, K. 1981. Pengembangbiakkan Ikan - Ikan Peliharaan di Indonesia. Sastra Hudaya. h. 118.

Susanto, H. 1992. Memelihara Cupang. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. h. 80.

Weatherlay, A.H. 1972. Growth and Ecology of Fish Population. Academic Press. London, h. 293.

Zonneveld, N., Huisman, E.A. dan Bonn, J.H. 1991. Prinsip - Prinsip Budidaya Ikan. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta, h 318.